7 Pakaian Adab Kalimantan Timur Suku Dayak Dan Kutai Beserta Penjelasannya
Pakaian Adat Kalimantan Timur - Suku Dayak dan Kutai ialah dua entitas terbesar dalam budaya masyarakat Provinsi Kalimantan Timur. Suku Dayak dan Kutai juga ialah suku orisinil dari Provinsi yang beribukota di Samarinda ini. Karena kedua hal inilah, tak heran jikalau lalu kebudayaan kedua suku inilah yang menjadi ikon utama wisata budaya Kalimantan Timur.
Nah, pada artikel kali ini, kami akan membahas salah satu aspek penting dalam budaya Kalimantan Timur tersebut, yaitu mengenai pakaian adatnya. Seperti apa keunikan dari pakaian adab Kalimantan Timur ini? Bagaimana karakteristik dan perbedaan antara pakaian adab suku Dayak dan Kutai? Simak pemaparannya berikut ini!
Dilihat dari materi pembuatan dan cara pemakaiannya, kedua baju adab Dayak ini sangatlah menggambarkan perihal kearifan masyarakat dayak dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dalam kegiatan kesehariannya.
Seperti sanggup dilihat pada gambar di atas, baju Ta’a tersusun atas beberapa kelengkapan yaitu baju atasan berjulukan sapei inoq, rok sebatas lutut berjulukan ta’a, da’a atau ikat kepala yang dibentuk dari kain atau daun pandan dengan hiasan bulu burung, serta gelang dari pintalan benang sebagai penolak bala.
Baik baju atasan, bawahan, maupun epilog kepala, semuanya dihiasi dengan uleng atau pernik motif khusus, di antaranya motif burung enggang dan harimau untuk para bangsawan, serta motif tumbuhan untuk masyarakat biasa.
Adapun untuk baju sapei sapaq yang dikenakan sebagai pakaian adab Kalimantan Timur khas laki-laki dayak sebenarnya tidak mempunyai perbedaan mencolok dengan baju ta’a. Baju sapei sapaq mempunyai motif yang sama dengan baju ta’a. Hanya saja bawahannya tentu tidak berupa rok, melainkan celana pendek yang berjulukan Abeq kaboq. Selain itu, para laki-laki dayak juga memakai kelengkapan lain berupa senjata tradisional yaitu perisai dan mandau sebagai sarana santunan diri.
Di antara kelima baju adab Kalimantan Timur khas suku Kutai tersebut, baju miskat ialah yang paling populer. Baju ini kini telah ditetapkan sebagai seragam bagi PNS Provinsi Kalimantan Timur yang dikenakan pada hari-hari tertentu. Model baju miskat tampak menyerupai baju Cina, yaitu atasan berupa baju kurung, bawahan panjang, dan kain batik dipinggang. Tampilan baju miskat sanggup dilihat pada gambar di atas.
Adapun dalam upacara pernikahan, sepasan mempelai laki-laki dan perempuan suku Kutai umumnya akan mengenakan pakaian adab Kustim. Baju kustim terdiri atas baju kurung dan bawahan, riasan sanggul berhias kembang goyang dan tali kuantan untuk mempelai wanita, serta setorong atau topi berbulu untuk mempelai pria. Tampilan baju kustim sanggup dilihat pada gambar di atas.
Selain mengenakan baju kustim, pada prosesi bealis dalam upacara pernikahan, pengantin laki-laki dan perempuan Kutai juga wajib mengenakan baju sakai. Untuk mempelai wanita, baju ini terdiri atas kebaya lengan panjang, bawahan tapeh badong, batik celup, kalung susun tiga, dan sanggul yang dihiasi ragam pernik menyerupai kembang goyang 3 cabang, bunga melati (tapak langit), dan tajok mawar.
Nah, demikianlah pembahasan yang sanggup kami sampaikan mengenai pakaian adab Kalimantan Timur dari suku Dayak dan Kutai. Semoga pemaparan yang kami berikan terbilang cukup lengkap sehingga Anda sanggup terbantu dalam mengenali kebudayaan dari kedua suku ini di Provinsi Kalimantan Timur.
Pakaian Adat Kalimantan Timur
Seperti dijelaskan di atas, bahwa masyarakat orisinil Kalimantan Timur terbagi ke dalam 2 entitas besar, yaitu Dayak dan Kutai. Sejalan dengan itu, maka pakaian adab dari provinsi ini juga ada 2 macam. Suku dayak mengenakan pakaian yang berjulukan baju Ta’a dan Sapei Sapaq, sementara suku Kutai mengenakan pakaian adab yang berjulukan baju Miskat.1. Baju Adat Dayak : Ta’a dan Sapei Sapaq
Baju adab Dayak umumnya lebih dikenal secara luas di kancah Nasional. Baju ini terdiri dari 2 kelengkapan, yaitu baju Ta’a yang dikenakan oleh perempuan dayak dan baju Sapei Sapaq yang dikenakan oleh para pria.Dilihat dari materi pembuatan dan cara pemakaiannya, kedua baju adab Dayak ini sangatlah menggambarkan perihal kearifan masyarakat dayak dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dalam kegiatan kesehariannya.
Seperti sanggup dilihat pada gambar di atas, baju Ta’a tersusun atas beberapa kelengkapan yaitu baju atasan berjulukan sapei inoq, rok sebatas lutut berjulukan ta’a, da’a atau ikat kepala yang dibentuk dari kain atau daun pandan dengan hiasan bulu burung, serta gelang dari pintalan benang sebagai penolak bala.
Baik baju atasan, bawahan, maupun epilog kepala, semuanya dihiasi dengan uleng atau pernik motif khusus, di antaranya motif burung enggang dan harimau untuk para bangsawan, serta motif tumbuhan untuk masyarakat biasa.
Adapun untuk baju sapei sapaq yang dikenakan sebagai pakaian adab Kalimantan Timur khas laki-laki dayak sebenarnya tidak mempunyai perbedaan mencolok dengan baju ta’a. Baju sapei sapaq mempunyai motif yang sama dengan baju ta’a. Hanya saja bawahannya tentu tidak berupa rok, melainkan celana pendek yang berjulukan Abeq kaboq. Selain itu, para laki-laki dayak juga memakai kelengkapan lain berupa senjata tradisional yaitu perisai dan mandau sebagai sarana santunan diri.
Baca Juga : Pakaian Adat Kalimantan Barat
2. Baju Adat Kutai : Baju Miskat
Selain Ta a dan Sapei Sapaq khas Dayak, Kalimantan Timur juga mengenal bermacam-macam jenis pakaian adab lainnya khas suku Kutai, di antaranya baju miskat, baju sakai, baju kustim, baju takwo dan baju rompi antakusuma.Di antara kelima baju adab Kalimantan Timur khas suku Kutai tersebut, baju miskat ialah yang paling populer. Baju ini kini telah ditetapkan sebagai seragam bagi PNS Provinsi Kalimantan Timur yang dikenakan pada hari-hari tertentu. Model baju miskat tampak menyerupai baju Cina, yaitu atasan berupa baju kurung, bawahan panjang, dan kain batik dipinggang. Tampilan baju miskat sanggup dilihat pada gambar di atas.
Adapun dalam upacara pernikahan, sepasan mempelai laki-laki dan perempuan suku Kutai umumnya akan mengenakan pakaian adab Kustim. Baju kustim terdiri atas baju kurung dan bawahan, riasan sanggul berhias kembang goyang dan tali kuantan untuk mempelai wanita, serta setorong atau topi berbulu untuk mempelai pria. Tampilan baju kustim sanggup dilihat pada gambar di atas.
Selain mengenakan baju kustim, pada prosesi bealis dalam upacara pernikahan, pengantin laki-laki dan perempuan Kutai juga wajib mengenakan baju sakai. Untuk mempelai wanita, baju ini terdiri atas kebaya lengan panjang, bawahan tapeh badong, batik celup, kalung susun tiga, dan sanggul yang dihiasi ragam pernik menyerupai kembang goyang 3 cabang, bunga melati (tapak langit), dan tajok mawar.
Nah, demikianlah pembahasan yang sanggup kami sampaikan mengenai pakaian adab Kalimantan Timur dari suku Dayak dan Kutai. Semoga pemaparan yang kami berikan terbilang cukup lengkap sehingga Anda sanggup terbantu dalam mengenali kebudayaan dari kedua suku ini di Provinsi Kalimantan Timur.
Komentar
Posting Komentar