4 Senjata Tradisional Lampung, Gambar, Dan Keunikannya
Budaya masyarakat Lampung sangat dipengaruhi oleh budaya tradisional masyarakat Melayu dan budaya Jawa. Tak mengherankan, letaknya yang berada di ujung selatan Sumatera dan berdekatan dengan Pulau Jawa menciptakan akulturasi budaya biasa terjadi di sana. Salah satu bentuk akulturasi budaya tersebut contohnya dapat kita lihat pada ragam senjata tradisional Lampung yang hingga kini masih sering digunakan. Nah, di artikel kali ini kita akan mengulas senjata-senjata tersebut lengkap beserta gambar dan keterangannya.

Terapang bekerjsama tidak ditemukan di semua kawasan di Lampung. Daerah Tulang Bawang Udik dan Lampung Utara, yakni dalam kebudayaan masyarakat Lampung Abung saja-lah kita dapat menjumpainya. Berdasarkan penelusuran arkelogis, diketahui bahwa keris khas Lampung ini telah ada sejak zaman kekuasaan Kerajaan Tulang Bawang di sekitar era ke 12.
Payan yakni semacam tombak dengan gagang yang cukup panjang, yakni sekitar 150 cm sd 180 cm. Mata tombaknya sendiri terbuat dari besi dengan ujung yang melancip. Berikut yakni kenampakan dari senjata tradisional satu ini.

Penelusuran arkeologis memperkirakan bahwa badik mulai dikenal masyarakat Lampung dari budaya masyarakat Bugis yang merantau ke Lampung di masa silam. kemiripan bentuk dan kesamaan fungsi menciptakan teori ini cukup banyak diyakini. Bentuk dari senjata tradisional Lampung jenis tikam ini dapat Anda lihat pada gambar berikut.

Candung yakni sebilah golok biasa. Panjangnya sekitar 30 sd 50 cm dengan bilat terbuat dari baja atau logam lainnya, sementara gagangya terbuat dari kayu. Berdasarkan kegunaannya, candung dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu candung rampak alu (digunakan di dapur atau keperluan sehari-hari), candung kawik (digunakan laki-laki untuk bekerja), dan candung lancip (digunakan untuk keperluan khusus menyerupai menyembelih binatang atau berperang). Di kawasan Lampung pesisir, candung juga disebut dengan nama Laduk.

Nah, itulah keempat senjata tradisional Lampung beserta gambar dan keterangannya yang dapat kami sampaikan di waktu yang sempurna ini. sebagai warisan leluhur, senjata-senjata tersebut ada baiknya untuk kembali kita lestarikan supaya tidak punah tergerus zaman. Semoga bermanfaat dan ijan lewatkan pembahasan selanjutnya ihwal senjata tradisional Sumatera Selatan. Semoga bermanfaat!
Senjata Tradisional Lampung
Masyarakat Lampung bekerjsama mengenal banyak ragam senjata dalam kehidupannya. Namun, sebagian telah mengalami kepunahan akhir kemajuan teknologi dan imbas perkembangan zaman. Adapun dari penelusuran arkeologi yang dilakukan para budayawan dan sejarahwan Lampung ditemukan adanya 4 jenis senjata yang hingga kini masih sering digunakan. Keempat senjata tradisional Lampung tersebut yaitu Terapang, Payan, Badik, dan Candung.
Selengkapnya : 35 Senjata Tradisional Indonesia dari Berbagai Provinsi
1. Senjata Tradisional Terapang
Senjata tradisional Lampung yang pertama dan yang paling terkenal yakni terapang atau tekhapang. Terapang yakni keris khas Lampung yang kerap dipakai para aristokrat pada masa silam untuk menjaga diri dari serangan musuh. Adapun untuk masa sekarang, senjata ini lebih sering dipakai dalam ritual adat, contohnya sebagai tambahan pakaian tabiat pengantin laki-laki Lampung. Para pengantin laki-laki membawa senjata ini sebagai lambang keberanian dan tanggung jawabnya terhadap keselamatan istrinya kelak.Terapang bekerjsama tidak ditemukan di semua kawasan di Lampung. Daerah Tulang Bawang Udik dan Lampung Utara, yakni dalam kebudayaan masyarakat Lampung Abung saja-lah kita dapat menjumpainya. Berdasarkan penelusuran arkelogis, diketahui bahwa keris khas Lampung ini telah ada sejak zaman kekuasaan Kerajaan Tulang Bawang di sekitar era ke 12.
2. Senjata Tradisional Payan
Para hebat sejarah meyakini bahwa Payan ialah senjata tradisional Lampung yang usianya paling tua. Peninggalan arkeologis di situs purbakala Pugung Raharjo dan dan situs peninggalan Islam Benteng Sari menujukan bahwa senjata ini telah dipakai berabad-abad lamanya sebagai salah satu senjata bagi prajurit kerajaan Tulang Bawang.Payan yakni semacam tombak dengan gagang yang cukup panjang, yakni sekitar 150 cm sd 180 cm. Mata tombaknya sendiri terbuat dari besi dengan ujung yang melancip. Berikut yakni kenampakan dari senjata tradisional satu ini.

3. Senjata Tradisional Badik
Kita mungkin lebih mengenal badik sebagai salah satu senjata tradisional khas Sulawesi. Namun, tahukah Anda kalau dalam budaya masyarakat Lampung, senjata ini juga sangat terkenal dipakai masyarakatnya untuk melindungi diri, baik dari serangan musuh maupun serangan binatang buas. Badik selalu menemani keseharian laki-laki Lampung, terutama para laki-laki muda yang selalu menyelipkan senjata tikam ini di ikat pinggangnya.Penelusuran arkeologis memperkirakan bahwa badik mulai dikenal masyarakat Lampung dari budaya masyarakat Bugis yang merantau ke Lampung di masa silam. kemiripan bentuk dan kesamaan fungsi menciptakan teori ini cukup banyak diyakini. Bentuk dari senjata tradisional Lampung jenis tikam ini dapat Anda lihat pada gambar berikut.

Baca Juga : Senjata Tradisional Riau
4. Senjata Tradisional Candung
Di antara semua senjata tradisional Lampung, inilah senjata yang paling sering digunakan, bahkan hingga ketika ini. ya, candung bekerjsama ialah perkakas rumah tangga yang selalu dipakai ketika berladang, bekerja di dapur, maupun untuk melindungi diri ketika tengah berada di hutan.Candung yakni sebilah golok biasa. Panjangnya sekitar 30 sd 50 cm dengan bilat terbuat dari baja atau logam lainnya, sementara gagangya terbuat dari kayu. Berdasarkan kegunaannya, candung dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu candung rampak alu (digunakan di dapur atau keperluan sehari-hari), candung kawik (digunakan laki-laki untuk bekerja), dan candung lancip (digunakan untuk keperluan khusus menyerupai menyembelih binatang atau berperang). Di kawasan Lampung pesisir, candung juga disebut dengan nama Laduk.

Nah, itulah keempat senjata tradisional Lampung beserta gambar dan keterangannya yang dapat kami sampaikan di waktu yang sempurna ini. sebagai warisan leluhur, senjata-senjata tersebut ada baiknya untuk kembali kita lestarikan supaya tidak punah tergerus zaman. Semoga bermanfaat dan ijan lewatkan pembahasan selanjutnya ihwal senjata tradisional Sumatera Selatan. Semoga bermanfaat!
Komentar
Posting Komentar