35 Rumah Akhlak Indonesia, Nama, Gambar, Dan Penjelasannya 4
Artikel ini yakni bab ke 4 dari artikel utama mengenai daftar nama rumah etika Indonesia. Nah, jikalau di artikel bab ke 3 kita telah membahas bermacam-macam rumah etika dari provinsi-provinsi di Pulau Kalimantan, di peluang kali ini kita akan mengulas secara lengkap perihal arsitektur dan gaya hunian rumah adat dari provinsi-provinsi di Pulau Sulawesi.
Rumah Boyang dihiasi dengan bermacam-macam pernik. Di dinding bab luar dan dalam rumah misalnya, kita sanggup menemukan gesekan atau pahatan-pahatan yang khas. Selengkapnya perihal keunikan rumah etika Sulawesi Barat ini, silakan baca klarifikasi lengkapnya di link ini.
Selain berfungsi sebagai rumah tinggal, Tongkonan juga menjadi identitas budaya dan kearifan masyarakat Suku Toraja. Di bab depan rumah ini umumnya terdapat susunan tanduk kerbau yang dipajang rapi. Semakin banyak jumlah tanduk kerbau suatu rumah, maka semakin besar pula tingkat atau strata sosial pemilik rumah dalam kehidupan etika suku Toraja. Selengkapnya perihal keunikan rumah etika Sulawesi Selatan ini, silakan baca klarifikasi lengkapnya di link ini.
Rumah Tambi umumnya berbentuk persegi panjang dengan atap yang besar menjulang ke atas. Atap tersebut selain berfungsi sebagai peneduh juga ternyata berfungsi sebagai dinding rumah. Adapun ukuran rumahnya sendiri terbilang sedang, yakni sekitar 5 x 7 meter.
Rumah Souraja mempunyai gaya arsitektur dan ukuran yang berbeda dengan rumah Tambi, selengkapnya perihal desain rumah etika satu ini, silakan menuju link ini.
Nama Banua Tada sendiri berasal dari kata Banua yang berarti Rumah dan Tada yang berarti Siku. Oleh alasannya yakni itu, rumah etika khas Sulawesi Tenggara ini juga sanggup disebut Rumah Siku, sesuai dengan gaya arsitekturnya. Selengkapnya perihal keunikan rumah etika Sulawesi Tenggara ini, silakan baca klarifikasi lengkapnya di link ini.
Rumah Walewangko berbentuk rumah panggung dengan tiang penopang terbuat dari kayu yang kokoh. Karena berbentuk rumah panggung, rumah Walewangko mempunyai kolong rumah, yang lalu biasa dipakai untuk tempat penyimpanan hasil panen dan sangkar ternak. Seperti rumah etika dari kawasan lainnya di Indonesia, rumah etika Sulawesi Utara ini juga dibagi ke dalam beberapa ruangan, yaitu bab depan (Lesar), bab tengah (Sekey), dan bab belakang (Pores). Selengkapnya perihal keunikan dan bagian-bagian rumah etika Sulawesi Utara, silakan baca klarifikasi lengkapnya di link ini.
Selain Doluhupa, masyarakat Gorontalo juga mengenal beberapa jenis arsitektur rumah etika lainnya, mirip Rumah etika Po Boide dan Rumah etika Gobel. Selengkapnya perihal arsitektur rumah etika Gorontalo, silakan baca klarifikasi lengkapnya di link ini.
Rumah Adat Indonesia
Perlu diketahui bahwa ketika ini secara administratif, pulau Sulawesi terbagi atas 6 provinsi. Keenam provinsi tersebut antara lain Provinsi Sulawesi Barat, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Gorontalo. Provinsi-provinsi tersebut mempunyai keunikan rumah etika masing-masing mirip telah kami rangkum penjelasannya sebagai mana berikut.22. Rumah Adat Sulawesi Barat
Rumah etika Sulawesi Barat berjulukan Rumah Boyang. Rumah Boyang yakni rumah etika yang berfungsi sebagai tempat tinggal nenek moyang suku Mandar, Sulawesi Barat di masa silam. Rumah Boyang mempunyai gaya arsitektur yang unik. Ia dibentuk dari susunan kayu kokoh yang membetuk model panggung dengan tian-tiang penyangga setinggi 2 meter.Rumah Boyang dihiasi dengan bermacam-macam pernik. Di dinding bab luar dan dalam rumah misalnya, kita sanggup menemukan gesekan atau pahatan-pahatan yang khas. Selengkapnya perihal keunikan rumah etika Sulawesi Barat ini, silakan baca klarifikasi lengkapnya di link ini.
23. Rumah Adat Sulawesi Selatan
Rumah etika Sulawesi Selatan berjulukan Rumah Tongkonan. Rumah etika satu ini sudah sangat terkenal sampai ke seluruh dunia alasannya yakni arsitektur dan bentuknya yang sangat unik. Atap dari rumah khas masyarakat suku Toraja ini berbentuk melengkung mirip bentuk bahtera mirip sanggup dilihat pada gambar di samping.Selain berfungsi sebagai rumah tinggal, Tongkonan juga menjadi identitas budaya dan kearifan masyarakat Suku Toraja. Di bab depan rumah ini umumnya terdapat susunan tanduk kerbau yang dipajang rapi. Semakin banyak jumlah tanduk kerbau suatu rumah, maka semakin besar pula tingkat atau strata sosial pemilik rumah dalam kehidupan etika suku Toraja. Selengkapnya perihal keunikan rumah etika Sulawesi Selatan ini, silakan baca klarifikasi lengkapnya di link ini.
24. Rumah Adat Sulawesi Tengah
Rumah etika Sulawesi Tengah berjulukan Rumah Tambi dan Rumah Souraja. Rumah Tambi yakni rumah yang dipakai oleh masyarakat suku Kaili sebagai tempat tinggal, sementara Rumah Souraja dipakai oleh para ningrat dan pembesar kerajaan.Rumah Tambi umumnya berbentuk persegi panjang dengan atap yang besar menjulang ke atas. Atap tersebut selain berfungsi sebagai peneduh juga ternyata berfungsi sebagai dinding rumah. Adapun ukuran rumahnya sendiri terbilang sedang, yakni sekitar 5 x 7 meter.
Rumah Souraja mempunyai gaya arsitektur dan ukuran yang berbeda dengan rumah Tambi, selengkapnya perihal desain rumah etika satu ini, silakan menuju link ini.
25. Rumah Adat Sulawesi Tenggara
Rumah etika Sulawesi Tenggara berjulukan Banua Tada. Rumah etika ini yakni tempat tinggal bai masyarakat suku Wolio atau suku Buton. Banua Tada berbentuk mirip kebanyakan rumah etika lainnya di Indonesia, yaitu berupa rumah panggung. Yang unik, rumah khas orang Buton ini sanggup berdiri tegak sekalipun tidak memakai satu paku pun untuk menguatkan ikatan antar kayu, mereka memakai tali yang diperoleh dari alam.Nama Banua Tada sendiri berasal dari kata Banua yang berarti Rumah dan Tada yang berarti Siku. Oleh alasannya yakni itu, rumah etika khas Sulawesi Tenggara ini juga sanggup disebut Rumah Siku, sesuai dengan gaya arsitekturnya. Selengkapnya perihal keunikan rumah etika Sulawesi Tenggara ini, silakan baca klarifikasi lengkapnya di link ini.
26. Rumah Adat Sulawesi Utara
Rumah etika Sulawesi Utara berjulukan Rumah Walewangko atau Rumah Pewaris. Rumah etika ini yakni rumah khas suku Minahasa di Sulawesi Utara yang sampai sekarang gaya arsitekturnya masih kerap dipakai dalam bangunan rumah modern masyarakatnya.Rumah Walewangko berbentuk rumah panggung dengan tiang penopang terbuat dari kayu yang kokoh. Karena berbentuk rumah panggung, rumah Walewangko mempunyai kolong rumah, yang lalu biasa dipakai untuk tempat penyimpanan hasil panen dan sangkar ternak. Seperti rumah etika dari kawasan lainnya di Indonesia, rumah etika Sulawesi Utara ini juga dibagi ke dalam beberapa ruangan, yaitu bab depan (Lesar), bab tengah (Sekey), dan bab belakang (Pores). Selengkapnya perihal keunikan dan bagian-bagian rumah etika Sulawesi Utara, silakan baca klarifikasi lengkapnya di link ini.
27. Rumah Adat Gorontalo
Rumah etika Gorontalo berjulukan rumah etika Dulohupa. Rumah etika ini yakni rumah panggung dengan pilar-pilar kayu dan atap yang artistik. Rumah Dolohupa yakni salah satu peninggalan budaya masyarakat suku Gorontalo. Sesuai namanya Dolohupa yang dalam bahasa Gorontalo berarti Mufakat, maka rumah etika ini juga lebih difungsikan sebagai tempat atau balai musyawarah masyarakat etika Bandayo Doluhupa.Selain Doluhupa, masyarakat Gorontalo juga mengenal beberapa jenis arsitektur rumah etika lainnya, mirip Rumah etika Po Boide dan Rumah etika Gobel. Selengkapnya perihal arsitektur rumah etika Gorontalo, silakan baca klarifikasi lengkapnya di link ini.
Komentar
Posting Komentar