12 Alat Musik Tradisional Sumatera Utara Dan Penjelasannya

Suku Batak, Karo, Nias, Deli, dan beberapa suku orisinil di Sumatera Utara memang mempunyai budayanya yang saling berbeda. Perbedaan budaya antara entitas-entitas tersebut sanggup kita lihat dari bagaimana pakaian adat yang lahir dari peradabannya masing-masing, mirip yang sudah kita bahas di artikel sebelumnya. Namun, selain dari pakaian adat tersebut, kita juga sanggup melihat uniknya peradaban suku-suku Sumatera Utara dari kesenian dan alat-alat musik tradisional yang hingga sekarang masih tetap dijaga kelestariannya. Nah, di artikel kali ini, kita akan membahas alat musik tradisional Sumatera Utara tersebut mulai dari nama, fungsi, gambar, dan keterangan cara memainkannya. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh wacana khasnya seni tradisional Sumatera Utara, silakan simak pembahasan berikut!

Alat Musik Tradisional Sumatera Utara

Ada banyak jenis alat musik tradisional Sumatera Utara yang sanggup kita temukan bahkan hingga dikala ini. Alat-alat musik tersebut selain berfungsi sebagai ikon budaya, juga mempunyai tugas dalam mengingatkan generasi dikala ini terhadap warisan nenek moyangnya di masa silam. Nah, kami telah merangkum sedikitnya 13 alat musik khas Sumatera Utara tersebut sebagaimana dijabarkan sebagai berikut.

 dan beberapa suku orisinil di Sumatera Utara memang mempunyai budayanya yang saling berbeda 12 Alat Musik Tradisional Sumatera Utara dan Penjelasannya

1. Alat Musik Aramba

Yang pertama yakni alat musik Aramba. Aramba yakni alat musik yang berupa gong kecil yang terbuat dari logam besi, kuningan, atau perunggu. Instrumen ritmis ini diperkirakan berasal dari kebudayaan masyarakat Nias. Ia dimainkan dengan cara dipukul memakai pemukul kayu. Dalam daftar alat musik tradisional Sumatera Selatan, aramba disebut juga dengan nama Bende.

2. Alat Musik Doli-Doli

Doli-doli yakni alat musik tradisional Sumatera Utara yang dibentuk dari susunan bilah-bilah bambu dengan ukuran yang berbeda. Instrumen yang berasal dari Nias ini, biasanya tidak dimainkan secara tunggal, melainkan selalu diiringi dengan bunyi alat musik lain mirip kendang dan aramba. Doli-doli dimainkan dengan cara dipukul memakai tongkat kayu. Adapun jikalau di masyarakat Melayu, doli-doli disebut dengan nama kolintang.
Baca Juga : Pakaian Adat Sumatera Utara

3. Alat Musik Druri Dana

Druni dana yakni instrumin serasi yang dimainkan dengan cara dipukul atau digoyangkan. Prinsip kerjanya sama mirip prinsip kerja garputala atau angklung. Ia menghasilkan bunyi jikalau bambu-bambu yang disusun saling berpadu.

 dan beberapa suku orisinil di Sumatera Utara memang mempunyai budayanya yang saling berbeda 12 Alat Musik Tradisional Sumatera Utara dan Penjelasannya

4. Alat Musik Faritia

Faritia yakni alat musik tradisional Sumatera Utara yang bentuknya mirip sekali dengan gong. Yang membedakan aramba dan faritia yakni jikalau aramba Istimewa untuk terdiri dari 1 atau 2 buah, maka faritia tersusun dari ragam ukuran yang menghasilkan nada yang berbeda jikalau dipukul. Ukuran faritia umumnya berdiameter antara 20 hingga 30 cm.

5. Alat Musik Garantung atau Kolintang

Garantung atau garattung yakni alat musik khas Batak Toba yang dibentuk dari susunan 8 lempengan kayu yang dipadukan dengan seutas tali. Garantung menghasilkan nada melodis dikala dipukul memakai alat pemukul khusus., Sumatera Utara yang yakni pembawa melodi yang terbuat dari kayu dan mempunyai lima bilah nada. Cara memainkan garantung sama mirip cara memainkan gamelan. Tangan kanan dipakai untuk memukul, sementara tangan kiri dipakai untuk mengatur ritme nada yang dihasilkan.

6. Alat Musik Gonrang

Gonrang  dalam bahasa Indonesia berarti gendang. Alat musik ini dibentuk dari gelondongan kayu yang dibuang bab tengahnya dan dibagian sisinya dihamparkan kulit lembu kering sebagai membran. Gonrang banyak ditemukan di masyarakat sekitar Kabupaten Simalungun pada masa silam.

7. Alat Musik Gordang

Jika gonrang Istimewa untuk mempunyai satu membran mirip halnya bedug, maka gordang yakni instrumen kendang dengan 2 membrang di dua sisinya. Gordang dimainkan dengan ditepuk memakai telapak tangan. Bunyi yang dihasilkan sangat ritmis dan sanggup mengatur permainan nada dari sebuah pertunjukan orkestra. Gordang ditemukan dalam budaya masyarakat Batak Toba.

8. Alat Musik Hapetan atau Hasapi

Hapetan yakni alat musik petik tradisional khas sumatera Utara. Bentuknya ibarat kecapi pada umumnya. Oleh alasannya itu, beberapa suku Sumatera Utara juga menyebutnya dengan nama Hasapi, Kucapi, atau Kecapi.

9. Alat Musik Panggora

Jika aramba dan faritia yakni gong berukuran kecil, maka panggora ini yakni gong yang berukuran amat besar. Gong ini mempunyai diameter > 36 cm dengan ketebalan > 6 cm. Karena dibentuk dari logam mirip besi, kuningan, atau perunggu, bunyi yang dihasilkan panggora amat nyaring dan keras. Panggora tidak dipakai secara khusus dalam sebuah pertunjukan seni musik tradisional Sumatera Utara, melainkan Istimewa untuk dipakai pada saat-saat tertentu saja.

10. Alat Musik Sarune Bolon

Pengaruh budaya Melayu Aceh dalam kehidupan masyarakat Batak sanggup dibuktikan denganadanya alat musik ini. Ya, seruni bolon yakni hasil akulturasi Serune Kalee khas Aceh dengan kebudayaan Batak. Instrumen melodis ini dimainkan dengan cara ditiup. Yang unik, sarune bolon akan tetap menghasilkan bunyi baik alasannya ditiup maupun ditarik napas. Oleh risikonya cara kerja alat musik ini tergolong circular breathing atau pernafasan dua arah.

 dan beberapa suku orisinil di Sumatera Utara memang mempunyai budayanya yang saling berbeda 12 Alat Musik Tradisional Sumatera Utara dan Penjelasannya

11. Alat Musik Taganing

Taganing yakni alat musik khas Batak Toba yang berupa susunan 5 buah gendang dengan ukuran beragam. Cara memainkannya yaitu dipukul memakai palupalu atau stik khusus dari kayu. Selain berfungsi sebagai alat musik ritmis, taganing juga mengasilkan nada-nada melodis yang sangat bermanfaat untuk mengiringi permainan alat musik lainnya dalam satu pertunjukan.

12. Alat Musik Ole-Ole

Ole-ole sebenarnya bukan alat musik pertunjukan. Instrumen ini Istimewa untuk terbuat dari batang padi yang ruasnya dipecah dan ditiup sedemikian rupa sehingga menghasilkan nada. Ia biasanya dimainkan oleh para petani yang sedang memanen padinya di sawah. Untuk mengeraskan suara, umumnya ditambahkan lilitan daun kelapa muda secara mengeliling hingga ukuran yang diinginkan. Di beberapa kawasan di Nusantara, alat musik tradisional Sumatera Utara ini juga sering dimainkan tapi dengan nama dan sebutan yang berbeda.

Nah, itulah beberapa alat musik tradisional Sumatera Utara dan penjelasannya. Semoga sanggup menjadi materi rujukan bagi kita semua untuk mengenal budaya-budaya unik di seluruh nusantara. Salam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

34 Pakaian Tabiat Indonesia : Gambar, Nama, Tabel, Dan Penjelasannya - Bab 5

Pakaian Adab Jawa Timur, Gambar Lengkap, Dan Penjelasannya

Pakaian Susila Banten Dan Penjelasannya + Koleksi Gambar