10 Pola Tari Berpasangan Dan Asal Daerahnya
Berdasarkan jumlah penari dan setting panggungnya, tarian sanggup dikelompokan ke dalam 3 jenis, yaitu tari tunggal, tari berpasangan, dan tari kelompok. Nah, bila di artikel sebelumnya kita telah membahas pengertian dan referensi tari tunggal, di peluang kali ini kita akan melanjutkan pembahasan dan akan mengulas ihwal pengertian dan contoh tari berpasangan lengkap dengan asal daerahnya. Bagi Anda yang membutuhkan warta seputar hal ini, silakan simak pembahasan berikut!
Adapun meski dimainkan secara berpasangan, namun jenis tari ini juga sanggup dimainkan oleh lebih dari 2 orang dalam satu panggung, asalkan penari-penari dalam panggung tersebut terdiri dari pasangan-pasangan penari yang bergerak saling mengisi satu sama lain. Untuk lebih jelasnya simak beberapa referensi tari berpasangan berikut ini.
Selain 5 referensi tari berpasangan dan asal wilayahnya di atas, ada beberapa referensi lain yang mungkin sanggup menjadi perhiasan referensi bagi Anda. Berikut ini beberapa referensi lain tersebut.
Demikian klarifikasi yang sanggup kami sampaikan ihwal pengertian dan referensi tari berpasangan yang sanggup aku sampaikan di peluang ini. Semoga bermanfaat dan silakan lanjutkan bacaan Anda pada artikel berikutnya ihwal referensi tari kelompok.
Contoh Tari Berpasangan
Tari berpasangan adalah jenis tarian yang dimainkan atau dipentaskan secara berpasangan oleh 2 orang penari. Sepasang penari tersebut boleh sesama jenis (penari laki-laki dengan penari laki-laki atau penari perempuan dengan penari wanita) atau berbeda jenis (penari laki-laki dengan penari wanita), yang terperinci dalam setiap gerakan tari yang diperagakan keduanya harus saling mengisi satu sama lainnya sehingga membuat wiraga, wirasa, dan wirama yang sanggup menjadi sarana hiburan.Adapun meski dimainkan secara berpasangan, namun jenis tari ini juga sanggup dimainkan oleh lebih dari 2 orang dalam satu panggung, asalkan penari-penari dalam panggung tersebut terdiri dari pasangan-pasangan penari yang bergerak saling mengisi satu sama lain. Untuk lebih jelasnya simak beberapa referensi tari berpasangan berikut ini.
1. Tari Serampang Dua Belas asal Melayu Deli
Contoh tari berpasangan yang pertama yakni tari serampang dua belas asal Provinsi Sumatera Utara. Sesuai dengan tema yang diangkat dalam tarian ini, yaitu dongeng perjalanan cinta sepasang bujang gadis dalam menemukan jodohnya, tarian ini juga diperagakan secara berpasangan oleh sepasang penari laki-laki dan wanita. Dalam satu panggung, biasanya terdapat 2 hingga 3 pasang penari (4 sd 6 orang). Mereka mementaskan 12 babak sendra tari dengan gerakan yang saling mengisi. Selengkapnya ihwal keunikan tarian ini, silakan simak di link berikut : Tari Serampang Dua Belas.2. Tari Payung asal Sumatera Barat
Tari payung yang berasal dari Sumatera Barat juga yakni salah satu referensi tari berpasangan. Sama ibarat tari serampang dua belas, tarian yang memakai payung sebagai properti utamanya ini juga mengisahkan perjalanan cinta sepasang muda mudi hingga keduanya dipertemukan dalam ikatan pernikahan. Dalam satu panggung, tarian ini kerap dimainkan oleh 3 hingga 4 pasang penari (6 sd 8 orang). Setiap pasangan penari harus memperagakan gerakan yang sama seiring dengan irama tabuhan alat musik dan syair yang dinyanyikan. Selengkapnya ihwal tari Payung asal Sumatera Barat, silakan simak pembahasannya di link berikut : Tari Payung.3. Tari Legong asal Bali
Selain tari kecak dan tari pendet, Bali juga terkenal dengan tari tradisional lainnya yaitu tari legong. Tarian ini juga yakni referensi tari berpasangan alasannya yakni dimainkan oleh 2 orang penari perempuan. Karena yakni tarian ritual persembahan, legong dahulunya Istimewa untuk boleh dimainkan oleh perempuan atau gadis yang masih suci alias belum pernah menstruasi. Namun, seiring pergeseran fungsinya, yang mana ketika ini ia lebih dipakai sebagai media hiburan, maka pakem tersebut juga sudah mulai ditinggalkan. Selengkapnya ihwal tari legong Bali, silakan simak pembahasannya di link berikut : Tari Legong Bali.
4. Tari Janger asal Bali
Contoh tari berpasangan selanjutnya yakni tari Janger. Tari tradisional asal Bali ini dipentaskan oleh 10 orang yang terdiri dari pasangan muda mudi. Lima penari laki-laki disebut Kecak, sementara 5 penari perempuan disebut Janger. Tarian ini yakni sendra tari yang mengangkat kisah atau drama ihwal Arjuna Wiwaha, Sunda Upasada, dan lain sebagainya. Meski tidak sepopuler tari kecak atau tari pendet, tarian ini sebenarnya mempunyai makna yang mendalam. Selengkapnya ihwal tarian ini, silakan simak di link ini.5. Tari Ketuk Tilu asal Jawa Barat
Tari ketuk tilu yakni tari tradisional Jawa Barat yang menjadi cikal bakal lahirnya tari Jaipong Karawang. Tarian ini juga yakni referensi tari berpasangan alasannya yakni dipentaskan oleh penari-penari perempuan yang gerakannya dinamis dan saling mengisi. Nama ketuk tilu sendiri berasal dari suara tabuhan 3 buah bonang yang menjadi musik pengirinya. Kendati cukup terkenal di masa silam, ketika ini kepopuleran tari ketuk tilu justru kalah bila dibandingkan tari jaipong.Selain 5 referensi tari berpasangan dan asal wilayahnya di atas, ada beberapa referensi lain yang mungkin sanggup menjadi perhiasan referensi bagi Anda. Berikut ini beberapa referensi lain tersebut.
- Bambangan Cakil, Srikandi Burisrawa, Srikandi Cakil, Adaninggar Kelaswara, Srikandi Mustakeweni, dan Pemburu Kijang asal Jawa Tengah.
- Umarmaya-Umarmadi asal tempat Yogyakarta.
- Jaran Goyang asal Jawa Timur.
- Ketuk Tilu, Panji Semirang, Oleg Tambulilingan, dan Joget asal Bali.
- Mapia, Gale-Gale, dan Yosim asal Papua.
Demikian klarifikasi yang sanggup kami sampaikan ihwal pengertian dan referensi tari berpasangan yang sanggup aku sampaikan di peluang ini. Semoga bermanfaat dan silakan lanjutkan bacaan Anda pada artikel berikutnya ihwal referensi tari kelompok.
Komentar
Posting Komentar